Cara Nonaktifkan Aplikasi Sistem Xiaomi Tanpa Root Yang Aman

hapus aplikasi sistem xiaomi

Saat pertama kali membeli smartphone Xiaomi, terdapat banyak aplikasi terpasang yang tidak di inginkan oleh pengguna. Aplikasi tersebut dapat membuat penuh penyimpanan memori ponsel.

Aplikasi sistem Xiaomi yang tidak berguna atau bloatware, kini bisa di nonaktifkan bahkan dihapus secara paksa dengan mudah. Sebab, tidak perlu melakukan UBL maupun rooting untuk melakukannya.

Menghapus aplikasi sampah atau yang tidak terpakai selain dapat menghemat penyimpanan juga dapat menghemat penggunaan RAM. Beberapa aplikasi ada yang standby berjalan di latar belakang dengan memakan sedikit RAM, tujuannya agar aplikasi dapat terbuka dengan cepat saat ingin dipakai. Bagi yang tidak membutuhkan aplikasi tersebut, sebaiknya dihapus saja.

Bagi pengguna Xiaomi, cara hapus aplikasi sistem umumnya bisa dilakukan di semua tipe, berlaku untuk chipset Snapdragon dan Mediatek. Berikut cara uninstall apk bawaan HP xiaomi.

Baca Juga: Cara Melihat Password Yang Tersimpan Di Google Chrome

 

Cara Hapus Aplikasi Bawaan HP Xiaomi

disable app xiaomi

  • Instal aplikasi Redmi System manager | no root melalui Google Play Store
  • Setelah terpasang, buka aplikasinya.
  • Pilih menu Remove Apps
  • Selanjutnya muncul daftar aplikasi yang terinstal di HP.
  • Pilih aplikasi yang ingin di hapus atau di bekukan.

 

Aplikasi yang aman di nonaktifkan

  1. Android auto
  2. Asisten
  3. Google One
  4. Google
  5. Kesehatan Digital
  6. Lens
  7. OK Google enrollment
  8. X Google enrollment

 

Tidak bisa dihapus

Beberapa aplikasi sistem xiaomi ada yang tidak bisa dihapus, namun bisa di bekukan atau di nonaktifkan. Hal ini karena aplikasi tersebut sangat penting di sistem, bila dipaksa hapus maka bisa mengakibatkan ponsel gagal booting atau bootloop.

 

Kenapa Banyak Bloatware Di HP?

Aplikasi sampah bawaan HP sengaja ditambahkahkan oleh vendor smartphone sebagai upaya bagian dari TKDN. Seperti diketahui, pemerintah mewajibkan produk luar negeri yang ingin dijual di Indonesia harus memenuhi syarat TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) untuk perangkat 5G dan 4G sebanyak 35 persen.

TKDN bukan hanya berisi komponen perangkat keras (hardware), namun juga bisa sebagai perangkat lunak atau aplikasi. Aplikasi ini harus yang buatan dari dalam negeri.

Leave a Comment